SIMULASI
Simulasi Pendaratan Amfibi Korps Marinir di Lampung: Tahap OTPAN dan Peran LCU
13 Agustus 2026
Bandar Lampung, Lampung
13 views
Korps Marinir TNI AL menggelar simulasi pendaratan amfibi skala penuh di pantai Panjang, Bandar Lampung. Melibatkan 2.000 personel dan 5 kapal pendarat LCU (Landing Craft Utility), operasi ini menguji rencana perebutan pantai oleh brigade infanteri. Simulasi dimulai dengan perencanaan taktis di kapal LPD Makassar, menggunakan sandi untuk setiap fase.
Fase pertama adalah 'Offshore Movement', di mana pasukan dikerahkan dari kapal ke LCU menggunakan jaring. Setiap LCU mengangkut 3 tank amfibi BMP-3F dan satu kompi prajurit. Jarak antara LCU diatur 200 meter untuk meminimalisir konsentrasi tembakan musuh. Saat mendekati pantai, LCU membuka ramp pada kedalaman 1,5 meter. Prajurit turun dengan hati-hati, menjaga jangan sampai jatuh karena tekanan arus.
Setelah tiba di garis pantai, gelombang kedua melakukan asssault dengan menggunakan kendaraan amfibi. Prosedur standar, setiap batalion memiliki sektor serbu terpisah. Tim jukung menyusuri tepi pantai untuk mengamankan sayap. Pelatih menekankan pentingnya pergerakan cepat melewati water's edge dan langsung masuk ke utara garis pantai. Simulasi juga menguji evakuasi korban dengan amfibi medis. Evaluasi akhir menunjukkan koordinasi antar LCU dan timing pendaratan masih harus diperbaiki di sektor timur.
ENTITAS TERDETEKSI
Organisasi: Korps Marinir TNI AL, TNI AL, Brigade Infanteri
Lokasi: Lampung, Pantai Panjang, Bandar Lampung, LPD Makassar