Puslatpur Marinir, Grati, menjadi saksi uji tembak MANPADS QW-3 yang digelar Kementerian Pertahanan. Sistem pertahanan udara portabel buatan China ini diuji dengan prosedur operasi standar yang ketat, dimulai dari deteksi hingga pemusnahan target udara. Langkah awal yang krusial adalah penggunaan Identification Friend or Foe (IFF) portabel untuk memverifikasi status target sebelum penguncian dilakukan.
Tahapan Prosedur Operasi QW-3
Setelah IFF mengonfirmasi target sebagai musuh, operator MANPADS QW-3 memasuki fase akuisisi. Prosedur ini meliputi:
- Aktivasi Seeker: Operator mengaktifkan seeker inframerah rudal untuk mulai mendeteksi panas mesin target.
- Laser Rangefinder: Jarak target diukur menggunakan laser rangefinder untuk memastikan parameter tembakan sesuai.
- Mode All-Aspect Lock-on: Rudal diprogram dalam mode all-aspect lock-on, memungkinkan serangan dari berbagai sudut, baik dari depan, samping, maupun belakang target.
- Elevasi Peluncuran: Saat jarak mencapai 4 kilometer, operator meluncurkan rudal dengan sudut elevasi 25 derajat untuk memaksimalkan lintasan.
Performa dan Akurasi Sasaran Udara
Setelah diluncurkan, rudal QW-3 mencapai kecepatan Mach 2,5 dalam hitungan detik. Menurut data pengujian, rudal ini menghantam drone target pada jarak 3,8 kilometer, menunjukkan akurasi yang tinggi pada rentang operasional maksimum. Evaluasi lanjutan mencatat probabilitas hit (PK) sebesar 85% untuk target subsonik, sebuah angka yang tergolong impresif untuk sistem MANPADS kelas portabel.
Pelajaran Taktis: Mengapa IFF Menjadi Kunci?
Penggunaan IFF portabel dalam prosedur ini bukan sekadar formalitas. Dalam skenario pertempuran nyata, kesalahan identifikasi dapat menyebabkan friendly fire. Dengan IFF, operator pertahanan udara meminimalkan risiko tersebut sebelum mengaktifkan seeker rudal. Ini adalah standar operasi yang harus diterapkan oleh setiap unit MANPADS di medan tempur.