Sketsa Taktis
Memahami Strategi, Membangun Kekuatan Bangsa
DOKTRIN

Penerapan Doktrin Perang Asimetris oleh Kopassus dalam Latihan Anti-Teror di Cijantung

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menggelar latihan penerapan doktrin perang asimetris di Markas Komando Grup 1, Cijantung, Jakarta Timur, pada 2 Oktober 2026. Latihan menyimulasikan serangan teroris yang menyandera 50 warga di gedung bertingkat tiga. Doktrin yang digunakan adalah 'dislokasi psikologis', yaitu taktik non-linier untuk memecah konsentrasi lawan.

Dalam latihan, tim melakukan infiltrasi melalui teknik repelling dari helikopter ke atap gedung, sementara tim lain masuk lewat ventilasi udara di lantai dasar. Penembak jitu ditempatkan di gedung seberang dengan jarak 150 meter, menggunakan senapan SS2-V4 dengan optik malam. Serangan simultan dilakukan dengan granat flashbang dan asap. Setiap tim bergerak dalam formasi 'stack' dengan tugas spesifik, serta menggunakan teknik 'buttonhook' saat membersihkan ruangan. Latihan juga menguji koordinasi dengan tim negosiator dan unit K-9 untuk deteksi bahan peledak.

Komandan latihan menekankan bahwa doktrin perang asimetris mengutamakan kecepatan dan kejutan untuk mengalahkan musuh yang lebih besar. Evaluasi menunjukkan waktu penyelesaian misi rata-rata 22 menit dengan tingkat keberhasilan 100 persen.

Penerapan Doktrin Perang Asimetris oleh Kopassus dalam Latihan Anti-Teror di Cijantung
{ "konten_html": "

Latihan anti-teror yang digelar Kopassus di Markas Komando Grup 1 Cijantung pada 2 Oktober 2026 menjadi laboratorium taktis penerapan doktrin perang asimetris dalam skenario penyanderaan massal. Dengan 50 warga sipil dijadikan sandera di sebuah gedung bertingkat tiga, pasukan khusus ini mengandalkan konsep 'dislokasi psikologis' — sebuah pendekatan non-linier yang dirancang untuk memecah konsentrasi dan pola pikir lawan sebelum serangan fisik dilancarkan. Kecepatan dan kejutan menjadi fondasi utama, mengingat musuh yang lebih besar secara jumlah hanya bisa dikalahkan jika mereka kehilangan kendali atas situasi.

Tahapan Infiltrasi dan Formasi Taktis

Prosedur dimulai dengan infiltrasi simultan dari dua arah vertikal. Satu tim melakukan repelling dari helikopter menuju atap gedung, sementara tim lainnya menyusup melalui ventilasi udara di lantai dasar. Untuk membingungkan musuh, serangan dibuka dengan granat flashbang dan asap yang menciptakan chaos visual dan audio. Setelah pintu masuk diku

ENTITAS TERDETEKSI
Organisasi: Komando Pasukan Khusus (Kopassus)
Lokasi: Cijantung, Jakarta Timur