Sketsa Taktis
Memahami Strategi, Membangun Kekuatan Bangsa
BEDAH TAKTIK

Korps Marinir dan US Marine Asah Penanganan Korban Medan Tempur (TCCC) di Latma Platex 2026

Latma Platex 2026 mempertemukan 109 personel Korps Marinir TNI AL dan 60 personel USMC untuk mengasah protokol Tactical Combat Casualty Care (TCCC), mulai dari triase M.A.R.C.H hingga teknik penyelamatan napas. Latihan ini dilakukan dalam tiga fase progresif—Care Under Fire, Tactical Field Care, dan Casualty Evacuation—dengan simulasi tekanan tinggi untuk melatih pengambilan keputusan di stres operasi. Fokus utamanya adalah meningkatkan kemampuan penanganan korban di medan tempur serta interoperabilitas medis antara kedua angkatan laut.

Korps Marinir dan US Marine Asah Penanganan Korban Medan Tempur (TCCC) di Latma Platex 2026

Sebanyak 109 personel Korps Marinir TNI AL bersama 60 personel United States Marine Corps (USMC) baru saja menyelesaikan latihan bersama Platoon Exchange (Latma Platex) 2026 di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada Kamis (13/8/2026). Fokus utama latihan ini adalah memperdalam protokol Tactical Combat Casualty Care (TCCC), standar perawatan medis tempur NATO yang diterapkan di zona ancaman langsung. Latihan ini dirancang untuk mengasah kemampuan prajurit dalam menangani korban di medan tempur dengan tekanan tinggi, mulai dari pengendalian perdarahan masif hingga pemeliharaan jalan napas dan manajemen syok.

Fase TCCC: Dari Care Under Fire hingga Casualty Evacuation

Pelatihan TCCC dalam Latma Platex 2026 dibagi menjadi tiga fase progresif yang mensimulasikan kondisi nyata pertempuran. Setiap fase memiliki fokus dan prosedur spesifik yang harus dikuasai oleh prajurit dalam waktu terbatas. Berikut rincian tahapannya:

  • Care Under Fire: Fase ini melatih prajurit untuk melakukan manuver pertahanan sambil mengaplikasikan tourniquet satu tangan pada ekstremitas yang mengalami perdarahan masif. Prosedur dimulai dengan identifikasi jenis luka menggunakan sistem triase M.A.R.C.H (Massive Hemorrhage, Airway, Respiration, Circulation, Hypothermia), dan intervensi harus dilakukan dalam waktu kurang dari 60 detik.
  • Tactical Field Care: Pada fase ini, latihan berfokus pada teknik penyelamatan jalan napas menggunakan alat Nasopharyngeal Airway (NPA) serta pemasangan dressing hemostatik pada luka torso. Prajurit juga berlatih melakukan needle decompression untuk tension pneumothorax dengan prosedur identifikasi titik ICS-2 di garis midclavicular.
  • Casualty Evacuation Care: Tahap akhir ini menekankan pada evakuasi korban dari medan tempur sambil mempertahankan kondisi medis stabil, termasuk pengelolaan shock dan pemantauan tanda vital secara kontinyu.

Seluruh latihan TCCC ini disimulasikan dalam kondisi tekanan tinggi dengan suara tembakan blank dan instruksi waktu terbatas. Tujuannya adalah melatih pengambilan keputusan klinis di bawah stres operasi, sehingga prajurit dapat bertindak cepat dan tepat saat menangani penanganan korban di medan tempur sebenarnya. Kolonel Marinir Rana Karyana menegaskan bahwa latihan ini merupakan bagian integral dari peningkatan kemampuan taktis peleton dan interoperabilitas medis tempur antara Korps Marinir TNI AL dan USMC.

Pelajaran Taktis: Mengapa TCCC Penting dalam Operasi Militer

Analisis taktis dari latihan ini menunjukkan bahwa penguasaan protokol Tactical Combat Casualty Care bukan hanya soal keterampilan medis, tetapi juga soal manajemen risiko dan mobilitas pasukan. Dalam operasi nyata, korban yang tidak tertangani dengan cepat dapat menghambat manuver unit dan meningkatkan jumlah korban jiwa. Sistem triase M.A.R.C.H memungkinkan prajurit untuk memprioritaskan korban berdasarkan tingkat ancaman terhadap nyawa, sehingga sumber daya medis yang terbatas dapat digunakan secara efisien. Selain itu, kemampuan melakukan intervensi seperti pemasangan tourniquet satu tangan atau needle decompression pada fase Care Under Fire memungkinkan prajurit terus bertahan dan melindungi rekan setim tanpa meninggalkan korban. Latma Platex 2026 ini menjadi contoh nyata bagaimana latihan bersama dapat meningkatkan interoperabilitas dan kesiapan tempur kedua negara.

ENTITAS TERDETEKSI
Orang: Rana Karyana
Organisasi: Korps Marinir TNI AL, United States Marine Corps, NATO
Lokasi: Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung