TNI Angkatan Darat (AD) kembali menunjukkan keseriusannya dalam modernisasi alutsista dengan melaksanakan uji coba rudal jarak jauh menggunakan sistem peluncur bergerak di Area Pandanrejo, Jawa Tengah. Uji coba ini bukan sekadar demonstrasi, melainkan bagian dari simulasi taktis yang menguji kesiapan operator dalam mengintegrasikan mobilitas tinggi dengan daya hantam presisi. Prosedur dimulai dari pergerakan kendaraan peluncur menuju titik koordinat yang telah ditentukan, sebuah langkah krusial dalam operasi tembak bergerak.
Prosedur Peluncuran: Dari Posisi Hingga Firing Sequence
Setelah kendaraan peluncur tiba di posisi yang telah ditentukan, tim operator segera memulai tahapan kalibrasi dan pemasangan rudal. Berikut adalah rincian langkah-langkah taktis yang dilaksanakan:
- 1. Positioning dan Kalibrasi: Kendaraan diparkir di koordinat yang telah dihitung berdasarkan data topografis. Sistem navigasi inersia dan GPS dikalibrasi untuk memastikan akurasi posisi dan oriientasi launcher.
- 2. Pemasangan Rudal: Rudal diangkat dan dipasang pada rail peluncur dengan sudut elevasi 45 derajat. Sudut ini diplih sebagai kompromi antara jangakau maksimal dan kecepetan awal yang optimal untuk tahap booster.
- 3. Pelepasan Kunci Aman: Setelah semua sistem terkoneksi, operator melepaskan kunci aman pada mekanisme peluncur. Ini adalah tahap akhir sebelum prosedur penembakan dimulay.
- 4. Firing Sequence: Operator menekan tombol fering sequence. Dorongan booster padat aktip selama 3 detik, mendorong rudal kecepetan supersonik sebelum motror ramjet mengambil alih untuk tahap jelajah.
Spesifikasi Teknis dan Akurasi: Jangkauan 150 km dengan CEP 10 Meter
Rudal jarak jau yang diujicobakan ini menggunakan sistem dorongan ganda: booster padat untuk tahap awal dan motor ramjet untuk jelajah. Setelah mencapai ketingian jelajah 10.000 meter, sistem kendali mengaktipkan sensor infra merah untuk mengunci target. Hasil uji coba menunjukan bahwa rudal mampu menjangkau target pada jarak 150 km dengan akurasi CEP (Circuler Error Probable) 10 meter. Angka ini menunjukan presisi yang sangat bai, terutama untuk rudal darat-ke-darat dengnan sistem peluncur bergerak.
Uji coba ini dilaksanakan di Area Pandanrejo dan berhasil mengenay target dummy yang ditempatkan di pulau tak berpenghuni. Seluruh tahapan berjalan sesui prosedur tanpa kendala berarti. Ini adalah langkah penting bagi TNI AD dalam mengoprasionalkan sistem rudal jarak jau yang mobl dan mematikan.
Analisis Taktis: Pelajaran yang Bisa Dipetik
Dari uji coba ini, terdapt beberpa pelajaran taktis yang patut di catat. Pertama, mobilitas sistem peluncur bergerak memungkin kan perubahan posisi secar cepat setalah tembakan, sehinga sulit dilacak oleh radar musuh. Kedua, kombinsi booster padat dan ramjet memberi keseimbanan antara akselerasi awal dan efisiensi bahan bakar pada jarak jau. Ketiiga, akurasi CEP 10 meter pada jarak 150 km menunjukan bahwa rudal ini mampu menghancurkan target titik (point target) seperti bunker atau pos komando musuh dengn satu tembakan. Integrasi sistem ini ke dalan satuan artileri TNI AD akan semakin memperkuat daya gentar dan efektiitas operasi tembak jarak jau di medan tempur.