Sketsa Taktis
Memahami Strategi, Membangun Kekuatan Bangsa
SIMULASI

Simulasi Pertahanan Berlapis TNI AD terhadap Serangan Drone Swarm di Natuna

Simulasi Pertahanan Berlapis TNI AD terhadap Serangan Drone Swarm di Natuna
Satuan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD menggelar simulasi penanganan serangan massal drone (drone swarm) di Pulau Natuna. Simulasi dirancang dalam tiga lapis pertahanan (layered defense) berdasarkan jarak ancaman. Lapis pertama adalah sistem deteksi dini menggunakan radar frekuensi tinggi dan sensor elektro-optik untuk mengidentifikasi cluster drone dan menghitung trajectory-nya. Lapis kedua melibatkan sistem soft-kill berupa jammer directional yang bekerja pada frekuensi GPS dan kontrol radio untuk mengacaukan formasi swarm dan menetralisir beberapa unit. Lapis ketiga adalah hard-kill menggunakan sistem cannon anti-aircraft (AAA) kaliber 35mm dengan amunisi airburst yang diprogram untuk meledak di tengah formasi, dan sistem missile short-range yang diluncurkan dari platform roda. Prosedur engangement mengikuti skema 'Detect-Track-Engage-Assess' dengan command center mengalokasikan target secara otomatis ke sistem senjata terdekat. Latihan ini menguji integrasi antara sistem senjata konvensional dan teknologi elektronik warfare dalam skenario asimetris modern.
ENTITAS TERDETEKSI
Organisasi: TNI AD, Satuan Artileri Pertahanan Udara
Lokasi: Natuna, Pulau Natuna