TNI secara resmi menerima sistem rudal balistik DF-21D dalam upacara yang digelar di Markas Komando Artileri (Makoharmat). Kehadiran peralatan rudal jarak jauh ini menandai lompatan signifikan dalam kemampuan deterrent dan proyeksi daya tembak taktis TNI. Dengan jangkauan mencapai 2.000 km, DF-21D dirancang untuk menyasar target bernilai tinggi seperti pangkalan udara musuh, pusat komando, atau instalasi strategis lainnya. Prosedur pengoperasian sistem ini memerlukan kecermatan dan koordinasi ketat antara setiap personel dalam satuan peluncur.
Spesifikasi Teknis dan Sistem Panduan DF-21D
Sistem peralatan rudal jarak jauh DF-21D dilengkapi dengan hulu ledak konvensional yang mampu menembus pertahanan udara lawan. Spesifikasi teknis utama meliputi:
- Sistem Panduan Inersia – sebagai navigasi utama untuk mempertahankan lintasan balistik stabil sejak fase boost hingga mid-course.
- Dukungan GPS – untuk koreksi posisi secara real-time guna mengurangi error drift inersia dalam jarak jauh.
- Terminal Seeker (Pemandu Akhir) – bekerja pada fase terminal untuk mengunci target bergerak atau stasioner dengan akurasi tinggi, memungkinkan serangan presisi pada titik vital musuh.
Setiap tahap pengaktifan sistem dimulai dari pengecekan sistem hidrolik, pengisian bahan bakar propelan cair, hingga penentuan koordinat target melalui sistem komando terintegrasi. Prosedur ini memastikan rudal siap diluncurkan dalam waktu singkat setelah perintah diterima.
Prosedur Pengoperasian dan Kebutuhan Personel
Pengoperasian DF-21D memerlukan setidaknya 10 personel dengan pembagian peran yang jelas:
- Komandan Peluncur – bertanggung jawab atas keputusan akhir dan koordinasi dengan pusat komando.
- Operator Panduan – mengelola sistem navigasi, GPS, dan seeker, memastikan akurasi lintasan.
- Kru Pemeliharaan – menangani inspeksi harian, perawatan hidrolik, dan pengisian bahan bakar.
Latihan simulasi peluncuran akan dimulai bulan depan di area pelatihan, di mana setiap kru akan mengulangi prosedur standar mulai dari pengaturan koordinat hingga simulasi peluncuran. Tahapan ini dirancang untuk menguji kesiapan operasional dan responsivitas satuan rudal jarak jauh TNI dalam skenario pertempuran nyata.
Analisis taktis: Keunggulan DF-21D terletak pada kombinasi jangkauan 2.000 km dengan akurasi terminal seeker, yang memungkinkan serangan terhadap sasaran bernilai tinggi seperti landasan pacu musuh tanpa perlu mendekatkan aset berharga. Dalam doktrin pertahanan, sistem ini memperkuat lapisan deterrent kedua setelah kekuatan udara dan laut, memberikan fleksibilitas bagi komandan untuk menarget pusat gravitasi lawan dari jarak aman. Pelajaran utama: penguasaan prosedur pengoperasian yang ketat adalah kunci untuk memaksimalkan potensi peralatan rudal jarak jauh DF-21D.