Sketsa Taktis
Memahami Strategi, Membangun Kekuatan Bangsa
SIMULASI

Korps Marinir TNI AL Latih Amphibious Raid dengan LCVP dan EOD Clearance di Pantai Pasir Putih, Situbondo

Latihan Amphibious Raid skala kompi oleh Batalyon Taifib Korps Marinir TNI AL di Pantai Pasir Putih, Situbondo, meliputi fase embarkasi LCVP, formasi wave, dan wet landing. Tahap kritis Beach Clearance oleh tim EOD menyoroti prosedur deteksi ranjau dan penandaan safe lane. Koordinasi antara coxswain, beachmaster, dan komandan menjadi kunci sukses operasi ini.

Korps Marinir TNI AL Latih Amphibious Raid dengan LCVP dan EOD Clearance di Pantai Pasir Putih, Situbondo

Batalyon Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir TNI AL baru-baru ini melaksanakan latihan Amphibious Raid skala kompi di Pantai Pasir Putih, Situbondo. Operasi ini dimulai dengan fase perencanaan dan embarkasi pasukan menggunakan LCVP (Landing Craft Vehicle Personnel) dari Kapal Induk Amphibi KRI Banda Aceh. Latihan ini menyoroti prosedur teknis dan koordinasi yang diperlukan untuk menjalankan serangan amfibi yang sukses, mulai dari pendaratan hingga pembersihan ranjau.

Tahapan dari Line of Departure ke Beachhead

Pada H-Hour, LCVP meluncur dari well deck menuju Line of Departure (LD). Fase pendekatan dilakukan dalam formasi wave, dengan interval antar LCVP untuk mengurangi risiko kerusakan akibat tembakan musuh. Setelah mencapai surf zone, ramp door dibuka dan pasukan pertama (Assault Element) melakukan wet landing. Mereka segera bergerak membentuk perimeter security di beachhead untuk mengamankan area pendaratan. Tahapan ini mengasah prosedur koordinasi antara coxswain (awak LCVP), beachmaster, dan komandan pasukan dalam lingkungan surf dan current yang dinamis.

  • Phase Planning & Embarkasi: Pasukan dimuat ke LCVP di KRI Banda Aceh.
  • Phase Approach: Formasi wave dengan interval untuk mengurangi risiko.
  • Phase Landing: Wet landing oleh Assault Element untuk membentuk perimeter security.

Beach Clearance dan Tahap Akhir Operasi

Tahap kritis berikutnya adalah Beach Clearance: Tim EOD (Explosive Ordnance Disposal) Marinir melakukan sweeping untuk simulated minefield menggunakan detector logam dan probe. Mereka menandai safe lane dengan tape dan light stick untuk memastikan jalur aman bagi pasukan utama. Setelah lane dinyatakan clear, pasukan utama (Main Body) mendarat dan langsung melakukan maneuver ke Objective Rally Point (ORP). Dari sana, mereka melaksanakan raid mission ke target simulasi di darat.

Latihan ini menyoroti pentingnya koordinasi antara tim EOD dan pasukan tempur dalam operasi amfibi. Dengan lingkungan pantai yang dinamis, setiap tahapan membutuhkan disiplin tinggi dan komunikasi yang jelas. Pelajaran taktis yang bisa dipetik adalah bahwa keberhasilan Amphibious Raid sangat bergantung pada kemampuan untuk mengatasi hambatan seperti ranjau di pantai, di samping faktor cuaca dan medan.

ENTITAS TERDETEKSI
Organisasi: Korps Marinir TNI AL, Batalyon Intai Amfibi (Taifib) Korps Marinir TNI AL
Lokasi: Pantai Pasir Putih, Situbondo