Sketsa Taktis
Memahami Strategi, Membangun Kekuatan Bangsa
DOKTRIN

Doktrin Pertahanan Siber TNI: Prosedur 'Cyber Hive' untuk Melindungi Pusat Komando

Doktrin Pertahanan Siber TNI: Prosedur 'Cyber Hive' untuk Melindungi Pusat Komando
Sesko TNI merilis doktrin pertahanan siber terbaru bernama 'Cyber Hive' pada 4 Oktober 2026. Prosedur ini dirancang untuk melindungi pusat komando dari serangan jaringan musuh. Langkah pertama: segmentasi jaringan menjadi lima subnet terisolasi (operasi, logistik, intelijen, admin, dan backup). Setiap subnet memiliki firewall dedicated dan protokol enkripsi berbeda (AES-256 untuk subnet operasi, dan Twofish untuk subnet intelijen). Langkah kedua: penerapan honeypot portabel di setiap titik kritis untuk menjebak malware. Langkah ketiga: prosedur 'air gap' fisik – jika serangan terdeteksi, seluruh koneksi internet diputus manual oleh operator dalam waktu 1 menit, dan komunikasi beralih ke jaringan mesh nirkabel terenkripsi yang hanya aktif saat darurat. Setiap personel siber wajib menjalani simulasi serangan phishing setiap minggu dan merespon dalam waktu 15 menit. Doktrin ini diuji coba langsung di pusat komando Kostrad pada akhir September 2026.
ENTITAS TERDETEKSI
Organisasi: Sesko TNI, TNI, Kostrad